Petang itu aku menantinya. Berharap senyuman yang akan dia bawakan untukku malam itu. Tapi ternyata takdir Allah tlah berkehendak lain. 18.11, 20 Mei 2011 kacelakaan menimpanya. Pesan singkat yang dia kirimkan untukku, meminta maaf dan memberi kabar bahwa malam itu dia tak bisa datang untukku dan mengajakku jalan karena dia kecelakaan di Gurah. Aku pun tak langsung percaya dengan semua itu. Masih ku biarkan pesannya, tak ku hiraukan. Hatiku merasa begitu tak tenang. Aku menelfon handphonenya, memang diangkat tapi bukan suaranya di balik telfon itu. Suara orang ribut, kacau, tak ada yang menghiraukan telfonku. Aku terus mencoba untuk menghubunginya. Berulang kali pun tak ada ada jawaban sama sekali. Pikiranku sudah begitu kalut. Aku lemas. Kecelakaan itu benar-benar terjadi, dia tidak sedang bercanda seperti biasanya.
Aku pun tak hanya tinggal diam. Aku menelfon semua teman-teman yang sekiranya bisa membantuku. Teman-temanku satu kost pun juga ikut membantu, bermaksud mencarikan pinjaman motor untuk aku pakai mencarinya. Bahkan Mira yang awalnya akan jalan dengan seseorang, aku mintai tolong untuk mencarinya juga. Setelah semua teman aku mintai tolong, akhirnya ada satu yang bisa membantuku. 19.05 Lia datang di tempat kostku dan kami berangkat mencarinya.
Aku dan Lia terlalu buru-buru. Sesampai di suatu tempat keramaian dan kerumunan orang, tanpa berpikir panjang aku langsung menghampirinya. Karena ada polisi di tempat itu jadi aku mengira bahwa itu dia. Tapi ternyata apa yang terjadi. Ach.. polisi lalu lintas menghadang, razia. Kami tertangkap. Lia tidak membawa STNK karena memang sebelum berangkat dia hanya ijin orang tuanya untuk ke warnet saja. Lia tidak berani bilang kepada orang tuanya bahwa tertangkap polisi. Lia malah meminta adiknya untuk mengantarkan STNK itu ke kantor polisi Gurah. Rumah Lia jauh, jadi adiknya itu tidak kunjung datang sampai kantor polisi itu hampir tutup. Aku menghadang polisi yang mambawa kunci motornya Lia karena polisi itu akan segara pulang. Aku tidak terima, polisi itu meminta Aku kembali ke kantor polisi itu besok pagi untuk mengambil motor dan kami disuruh pulang naik bus.
Bagaimana dengan keadaan kekasihku sekarang? Di kantor polisi itu aku terus mencari informasi tentangnya. Para polisi disana berkata tidak ada kecelakaan sepeda motor, tapi yang ada kecelakaan truk. Sambil aku menunggu adiknya Lia mengantar STNK, aku masih terus menghubungi kekasihku. Ada yang mengangkat telfonku, suara ayahnya dibalik sana. Ayahnya itu mengatakan bahwa kekasihku sekarang sudah dibawa di rumah sakit Pelem Pare dan malam itu juga akan langsung dibawa ke rumah sakit Surabaya karena kakinya patah dan harus segera dioperasi. Aku syok mendengarnya.













