Sahabatku Sayang, Pergilah Untuk Cita-citamu

Khayalanku melayang
Disaat aku mengingatmu

Kini kita tak lagi bersama
Tinggalkan semua cerita
Yang layak kukenang
Melangkah lebih jauh untuk cita-cita

Cinta Itu Masih Utuh Seperti Dulu


Petang itu aku menantinya. Berharap senyuman yang akan dia bawakan untukku malam itu. Tapi ternyata takdir Allah tlah berkehendak lain. 18.11, 20 Mei 2011 kacelakaan menimpanya. Pesan singkat yang dia kirimkan untukku, meminta maaf dan memberi kabar bahwa malam itu dia tak bisa datang untukku dan mengajakku jalan karena dia kecelakaan di Gurah. Aku pun tak langsung percaya dengan semua itu. Masih ku biarkan pesannya, tak ku hiraukan. Hatiku merasa begitu tak tenang. Aku menelfon handphonenya, memang diangkat tapi bukan suaranya di balik telfon itu. Suara orang ribut, kacau, tak ada yang menghiraukan telfonku. Aku terus mencoba untuk menghubunginya. Berulang kali pun tak ada ada jawaban sama sekali. Pikiranku sudah begitu kalut. Aku lemas. Kecelakaan itu benar-benar terjadi, dia tidak sedang bercanda seperti biasanya.
          Aku pun tak hanya tinggal diam. Aku menelfon semua teman-teman yang sekiranya bisa membantuku. Teman-temanku satu kost pun juga ikut membantu, bermaksud mencarikan pinjaman motor untuk aku pakai mencarinya. Bahkan Mira yang awalnya akan jalan dengan seseorang, aku mintai tolong untuk mencarinya juga. Setelah semua teman aku mintai tolong, akhirnya ada satu yang bisa membantuku. 19.05 Lia datang di tempat kostku dan kami berangkat mencarinya.
          Aku dan Lia terlalu buru-buru. Sesampai di suatu tempat keramaian dan kerumunan orang, tanpa berpikir panjang aku langsung menghampirinya. Karena ada polisi di tempat itu jadi aku mengira bahwa itu dia. Tapi ternyata apa yang terjadi. Ach.. polisi lalu lintas menghadang, razia. Kami tertangkap. Lia tidak membawa STNK karena memang sebelum berangkat dia hanya ijin orang tuanya untuk ke warnet saja. Lia tidak berani bilang kepada orang tuanya bahwa tertangkap polisi. Lia malah meminta adiknya untuk mengantarkan STNK itu ke kantor polisi Gurah. Rumah Lia jauh, jadi adiknya itu tidak kunjung datang sampai kantor polisi itu hampir tutup. Aku menghadang polisi yang mambawa kunci motornya Lia karena polisi itu akan segara pulang. Aku tidak terima, polisi itu meminta Aku kembali ke kantor polisi itu besok pagi untuk mengambil motor dan kami disuruh pulang naik bus.
          Bagaimana dengan keadaan kekasihku sekarang? Di kantor polisi itu aku terus mencari informasi tentangnya. Para polisi disana berkata tidak ada kecelakaan sepeda motor, tapi yang ada kecelakaan truk. Sambil aku menunggu adiknya Lia mengantar STNK, aku masih terus menghubungi kekasihku. Ada yang mengangkat telfonku, suara ayahnya dibalik sana. Ayahnya itu mengatakan bahwa kekasihku sekarang sudah dibawa di rumah sakit Pelem Pare dan malam itu juga akan langsung dibawa ke rumah sakit Surabaya karena kakinya patah dan harus segera dioperasi. Aku syok mendengarnya.

Sahabat itu...

Ketika kita mengenangnya sebagai suatu kisah yang tidak dipisahkan dari roda kehidupan, arti sahabat adalah bagian dari seikat bunga yang akan selalu terasa mekar dihati dan wangi harumnya yang akan terus membasuh lembaran memory menjadi suatu kenangan yang akan tumbuh dan terus kekal menjadi abadi.
Akhir dari perjumpaan yang terasa baru, menyisakan palung keraguan bahwa hal yang menjadikan cita-citamu belum terwujud membiaskan akan peristiwa apa yang terjadi.
sahabatku,
Bagaimana engkau bercerita akan janji-janjimu, cerita tentang keinginanmu, dan beberapa hal mendasar yang menjadikan engkau tetap tegar dalam menjalani hidup, akan tetap menjadi pembelajaran buatku.
hasrat dan semangatmu yang akan selalu menjadi kekuatan untuk diriku belajar menjadi seseorang yang tabah.
sahabatku,
Sangat lepas dan jelas diriku untuk mengenang bagaimana kita berdua duduk bersama, bercerita, bercanda, dan mempelajari bagaimana susahnya menjadi seseorang yang bercita-cita untuk berbakti kepada orang tua. ketulusanmu membuatku mengerti apa itu cita-cita.
sahabatku,
Tiada hal terindah yang bisa kita lewatkan untuk kembali mengenangmu dan menjadikanmu menjadi suatu bagian dari perjalananku. terima kasih telah menjadi bagian keluargaku dan mengisinya menjadi suatu bagian yang indah.
sahabatku,
Mengenangmu kembali adalah belajar tentang keceriaan menikmati hidup, belajar tentang semangat hidup, belajar tentang cinta dan empati pada sesama, belajar tentang indahnya persahabatan, juga belajar tentang pemaknaan atas keagungan-Nya. Aku hargai itu.. terima kasih sobat.